Jerawat - Artikel   
SHARING

Asuransi Pendidikan

1. PERUSAHAAN yang menawarkan asuransi..
Macam / Type perusahaan:
- Anak perusahaan international
- yang perusahaan Dalam Negeri / BUMN?
- Ada yang bagian dari divisi sebuah bank.
- Joint Venture antara perusahaan international dan bank dalam negri.

Keputusan ada pada orang tua untuk memilih. Ada yang lebih suka yang sesuai  agama, ada yang lebih suka perusahaan international. Kebanyakan orang lebih memilih perusahaan yang punya nama internasional, karena meskipun cabang yang di Indonesia tutup kita masih bisa mengajukan klaim ke kantor pusatnya atau cabang yang ada di negara lainpun bisa kita klaim. Sebaiknya tidak terlalu percaya dengan peringkat perusahaan asuransi. Karena peringkat ini berbeda-beda dan disesuaikan dengan 'Majalah' atau 'Surveyor' pembuatnya, bahkan mungkin entah peringkat tahun berapa, tapi masih tetap dibangga-banggakan! Sebaiknya Peringkat ini tidak dijadikan faktor utama.

2. KAPAN ASURANSI DAPAT DIAMBIL
Dalam hal ini ada 2 macam;
- Dapat diambil apabila si anak sudah lahir; dan
- Dapat diambil meskipun anaknya belum lahir

Kebanyakan orang mengambil pilihan yang kedua karena apabila terjadi sesuatu dengan bapak sebelum si kecil lahir atau terjadi sesuatu disaat persalinan, dana yg sudah kita kumpulkan tetap dapat dicairkan.

3. MANFAAT YANG DIDAPAT
a. Kebanyakan Asuransi Pendidikan disertai Asuransi Jiwa Tertanggung,artinya jika tertanggung (Bapaknya misalnya) meninggal dunia maka ahli waris akan terima 100% Uang Pertanggungan disamping biaya pendidikan itu sendiri. Untuk asuransi jiwa ini.. tanyakan ke agent/consultant, apakah masih akan diterima 100%nya seandainya tertanggung meninggalnya setelah masa pembayaran premi atau masa polis berakhir? Karena ada (banyak) perusahaan yang hanya membayarnya kalau meninggalnya selama pembayaran premi.

b. Manfaat biaya pendidikan
Ada perusahaan yg akan mengembalikan semua premi yang sudah diabayar apabila si anak meninggal ada juga yang walaupun si anak meniggal perusahaan akan tetap mengembalikan Premi Manfaat uang pendidikan akan dibayarkan.

4. BESAR MANFAAT
Bandingkan besar manfaat dengan akumulasi premi (seandainya tertanggung hidup terus sampai masa pembayaran premi berakhir) hasil yang di dapat harus lebih besar.. Hati-hati terhadap "trik" perusahaan asuransi, ada perusahaan yang seolah2 memberikan presentase totalnya lebih besar daripada perusahaan lainnya,tapi ternyata manfaatnya besar dibelakang. Misalkan SD diterima 10 %, SMP diterima 15%, SMA diterima 20%, Kuliah diterima 40%, lulus kuliah diterima 100%. Coba bandingkan dengan yang memberikan besar di depan, misalnya SD 20%, SMP 30%, dst. Apabila kita hitung secara cermat, perusahaan yang memberikan besar di depan (SD 20%) bisa lebih menguntungkan daripada yang SD 10% karena apabila uang tersebut tidak dipakai dan ditabung, maka pada akhir polis apabila ditotal ternyata manfaatnya akan jah lebih besar daripada yang memberikan manfaat kecil di depan.

5. PEMBAYARAN PREMI
Banyak ragam untuk pembayaran premi, ada yang pertahun, per 6 bulan, atau per 3 bulanan, pilihan seharusnya disesuaikan dengan kemampuan kita untuk membayarnya. Pastikan Formulir Pengisian diisi dengan sejujur-jujurnya untuk dapat menerima manfaat. Apabila polis sudah diterima, minta agent /consultant untuk menjelaskan rincian isi klausul-klausulnya, apabila diperlukan minta semua form atau pahami cara mengajukan klaimnya dan minta juga alamat/telpon/email/website untuk mengontak perusahaan asuransi tersebut. Hindari hanya memiliki alamat agent/consultant, karena agent tersebut belum tentu terus bekerja pada perusahaan asuransi tersebut. (AM)

"Beberapa waktu yang lalu saya coba melihat ilustrasi dari Asuransi AIA-Provider 88, cukup menarik, karena kalau misalnya kita takut nanti berat waktu membayarnya, kita bisa menarik bonus untuk pembayaran premi tahun berikutnya. Bonus yang bisa kita ambil setiap tahun adalah 6% dari UP, terhitung awal tahun ke 3, lalu ada lagi bonus tambahan setiap 3 tahun. Kalau bonus ini tidak diambil, pada akhir Asuransi kita bisa dapat uang lebih besar tentunya. Walaupun tidak disebutkan untuk pendidikan, tetapi dari bonus bisa kita gunakan untuk pendidikan anak, misalnya tahun kesekian kita ambil untuk pembayaran uang masuk sekolah. Semakin kecil si anak, maka semakin besar hasil
akhir yang akan diterima nantinya (pada usia anak 88 tahun). Selain itu, misalnya dalam masa pembayaran (7 tahun), misalnya si pembayar (Ayah) meninggal, maka si anak dibebaskan dari premi."(Ss)


KESALAHAN DARI PIHAK NASABAH

Tidak semua kegagalan pembayaran klaim disebabkan oleh Perusahaan Asuransi. Bisa juga penyebabnya adalah nasabah sendiri. Umumnya ada lima kesalahan nasabah yang bisa menyebabkan Uang Asuransi tak dibayarkan:

1. Ketidakjujuran Nasabah
Sebelum seseorang memiliki produk Asuransi Jiwa, ia lebih dulu harus mengisi Surat Permohonan Asuransi. Dalam Surat Permohonan terdapat pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab oleh seorang calon nasabah, dan dari jawaban-jawaban itulah Perusahaan Asuransi akan melihat apakah akan memberikan perlindungan Asuransi Jiwa kepada Anda atau tidak. Nah, saat mengisi Surat Permohonan inilah seringkali calon nasabah tidak memberikan jawaban yang benar. Misalnya, dalam Surat Permohonan terdapat pertanyaan tentang apakah Anda pernah
dirawat di Rumah Sakit dalam dua tahun terakhir. Jika Anda menjawab tidak - padahal pernah dirawat di Rumah Sskit enam bulan lalu misalnya - maka bila terjadi kematian pada Anda dan Perusahaan Asuransi menemukan bahwa penyebab kematian Anda adalah karena adanya penyakit yang pernah membuat Anda masuk Rumah Sakit sekitar enam bulan lalu, jangan harap Perusahaan Asuransi akan membayar Uang Pertanggungan yang mereka janjikan.

2. Adanya pengecualian oleh Perusahaan Asuransi dalam membayar Uang
Pertanggungan Kadang-kadang Perusahaan Asuransi Jiwa tidak memberikan manfaat yang mereka janjikan bila ternyata penyebab kematian Anda memang dikecualikan (dan pengecualian itu ditulis dalam polis). Mengenai pengecualian ini, umumnya PA menetapkan jumlah pengecualian yang bervariasi. Akan tetapi, umumnya adalah:
- Kematian karena bunuh diri
- Kematian karena orang yang bersangkutan melakukan tindak kriminal
- Kematian karena AIDS
- Kematian karena penyakit kritis, dimana kematian terjadi pada tahun pertama dia mengikuti program asuransi dari PA bersangkutan
- Kematian karena force majeure, atau hal-hal yang memang tidak bisa dihindari, seperti perang, bencana alam, atau huru-hara Seringkali
pengecualian-pengecualian yang terdapat dalam polis itu tidak dibaca oleh nasabah, sehingga ia merasa dirugikan ketika Uang Pertanggungan Asuransinya tidak dibayar. Karena itulah, jika Anda memiliki Polis Asuransi, sempatkan lagi untuk membaca pasal-pasal yang ada dalam polis.

3. Nasabah terlalu lama mengajukan klaim
Umumnya, PA menetapkan batasan waktu pengajuan klaim asuransi.Biasanya, batasan waktu yang ditetapkan adalah tiga bulan. Repotnya, nasabah seringkali mengajukan klaim di luar batas waktu tersebut, sehingga PA sulit memenuhinya. Sebagai contoh, suami Anda mengikuti sebuah Program Asuransi Jiwa dengan Anda sebagai ahli warisnya. Bila terjadi kematian pada suami Anda, maka Anda hanya bisa mendapatkan manfaat asuransi yang dijanjikan apabila pengajuan klaim Anda masih berada dalam batas waktu tiga bulan setelah kematian tersebut. Jika tidak, perusahaan asuransi mungkin tidak mau memberikan manfaat yang mereka janjikan. Sekarang, bagaimana Anda bisa tahu lama batasan waktu yang diberikan oleh Perusahaan Asuransi Anda dalam mengajukan klaim kematian? Anda bisa membacanya di Polis Asuransi Anda. Setelah itu, jika nanti betul terjadi risiko kematian, segeralah ajukan klaimnya kepada Perusahaan Asuransi.

4. Syarat-syarat saat pengajuan klaim kurang lengkap
PA biasanya meminta sejumlah persyaratan saat pengajuan klaim apabila betul terjadi risiko kematian pada orang yang ditanggung. Persyaratan-persyaratan itulah yang sering tidak dipenuhi atau dilengkapi oleh ahli waris nasabah, sehingga Perusahaan Asuransi tentu tidak bisa langsung membayar klaim mereka.

Biasanya, persyaratan-persyaratan yang diminta oleh Perusahaan Asuransi bila Anda ingin mengajukan klaim kematian adalah:
4.1. Surat Keterangan Kematian dari RT/RW setempat
4.2. Surat Keterangan Kecelakaan dari Kepolisian (jika kematian terjadi karena kecelakaan)
4.3. Surat Keterangan dari Rumah Sskit (jika kematian terjadi di Rumah Sakit), dimana surat itu ditandatangani oleh dokter bersangkutan
4.4. Mengisi Formulir Pengajuan Klaim yang diterbitkan oleh Perusahan Asuransi
4.5. Fotokopi Identitas Diri Ahli Waris Jadi, bila terjadi risiko kematian, jangan lupa memenuhi semua persyaratan yang diminta oleh Perusahaan Asuransi.

5. Tidak dibayarnya premi oleh nasabah dalam jangka waktu yang sudah ditentukan
Ini sudah jelas. Jika Anda tidak membayar premi sesuai jangka waktu yang ditentukan, bisa saja Polis Asuransi Anda menjadi tidak berlaku lagi. Ini berarti, Anda tidak lagi dilindungi asuransi. Inilah yang sering terjadi. Di awal-awal, nasabah rajin membayar premi, tetapi pada suatu saat tertentu, premi tidak lagi dibayar, bahkan hingga batas waktu tertentu. Ini sama saja dengan kalau Anda memakai listrik dan tidak membayarnya dalam batas waktu tertentu, sehingga listrik Anda di rumah terancam diputus oleh PLN. Karenanya, pastikan Anda mengetahui peraturan pembayaran premi Anda. Jangan sampai Polis Asuransi Anda menjadi tidak berlaku lagi hanya gara-gara Anda lupa membayar premi tepat waktu.


KESALAHAN DARI PIHAK PERUSAHAAN ASURANSI
Selain dari sisi nasabah, tidak dibayarnya Uang Asuransi dapat juga disebabkan oleh kesalahan yang ditimbulkan oleh Pihak Perusahaan Asuransi. Ada beberapa sebetulnya, tetapi yang umum terjadi hanya ada dua:

1. Ketidakjujuran Agen Asuransi dalam mempresentasikan produk asuransinya. Bisa saja Agen Asuransi Anda tidak jujur dalam mempresentasikan produk Asuransi Jiwa-nya. Sebagai contoh, ketika bertemu, ia mengatakan bahwa Perusahaan Asuransi akan membayar Uang Pertangungan Asuransi Jiwa bila kematian disebabkan penyakit kritis, termasuk apabila risiko tersebut terjadi di tahun pertama. Padahal umumnya tidak demikian. Memang, tidak setiap Perusahaan Asuransi punya kebijakan yang sama. Jadi saran saya, apa yang Anda lihat dalam Polis Asuransi Anda itulah yang harus dijadikan rujukan, bukan dari apa yang dikatakan Agen Asuransi. Umumnya Perusahaan Asuransi memberikan semacam Jaminan Uang Kembali kalau ternyata Anda tidak puas terhadap pasal-pasal yang tertera dalam polis. Anda bisa mengembalikan polisnya, dan uang Anda akan kembali. Tentu saja, selama pengembalian polis itu berada dalam batas jangka waktu tertentu yang ditetapkan oleh Perusahaan Asuransi, yang biasanya 30 sampai 90 hari. Lalu, apakah semua Agen Asuransi tidak bisa dipercaya? tidak juga, karena ini kembali ke orangnya. Jangan gara-gara ada satu agen yang tidak benar, lalu Anda menyamakan semua agen asuransi di dunia ini tidak benar. Sekali lagi, itu semua kembali ke karakter masing-masing. Untuk membuktikan apakah presentasi yang
diberikan Agen Asuransi Jiwa benar, Anda tinggal mencocokkan saja dengan Polis Asuransi yang diterbitkan. Bila sama, berarti Agen Asuransi Anda memang jujur dan bisa dipercaya. Bila tidak, laporkan saja dia pada Perusahaan Asuransi-nya.

2. Perusahaannya yang bandel
Jika ternyata Anda telah memenuhi semua persyaratan yang diminta, jujur dalam mengisi Surat Permohonan, rajin membayar premi, mengirimkan pengajuan klaim masih dalam jangka waktu yang ditentukan, tetapi klaim Anda masih juga belum dibayarkan, coba cek lagi. Bisa saja perusahaannya yang bandel.(ML)


2003-05-07 18:11:54

Mamaku kerja di rumah....
Bersama d'BC Network, mamaku bisa mendapatkan uang walau setiap hari di rumah saja nemenin aku...
Klik di sini untuk info lengkapnya...



ADSL

Kamar Orang Tua

Cabut Gigi

Digicam + Handycam

Krem Untuk Luka Bekas Gigitan Nyamuk

Obat batuk untuk anak 2 tahun:

Ryzen

Kaos Kaki Panjang

Liburan Menginap Di Ancol

Pengganti Kulkas untuk ASI

Daftar selengkapnya...

Contact Us
 © 2014 dunia-ibu.org