| SHARING
Rumah dibawah Kabel Listrik
Sumber: ibu ibu DI
Tanya Aku ditawarin rumah dimana aku dan suami sudah naksir dengan lokasinya. Yang jadi masalah adalah, rumah/tanah itu letaknya di bawah kawat/kabel listrik. Ditinjau dari segi kesehatan, sebenarnya aman tidak untuk menempati rumah yang dilalui kawat/kabel listrik? (Ne)
Jawab Sekedar saran dan masukan. Kebetulan dulu aku pernah kerja untuk PLN. Ada beberapa artikel dalam perpustakaan yang aku intip, bahwa sebetulnya rumah yang melewati batas kabel listrik diatasnya (ataupun ada tiang listrik premium ditengahnya) tidak memberikan efek bagus untuk kesehatan. Misalnya, tetesan air habis hujan yang jatuh, apabila kabel masih mengandung listrik aktif, maka tetesan air tesebut bisa juga mengandung listrik pasif. Secara jelasnya, kabel yang melintasi rumah (atap rumah) walaupun berjarak sekian meter dari atap, memberikan dampak buruk. Untuk perkembangan fisik, disinyalir kabel listrik yang mengandung daya listrik kuat, akan mempengaruhi otak. Gejala umum terjadi sering ditemukan pusing dan sakit kepala berlebihan. Walaupun tidak dalam jangka waktu yang pendek, gejala ini akan timbul setelah hitungan tahun. Umumnya, rumah yang dibangun persis letaknya pada sambungan tiang listrik, tidak diizinkan oleh pihak PLN. Tapi kebanyakan para pembangun tetap membangun rumah dilokasi terlarang karena hanya berdasarkan uang semata. Kasus lain, di Bintaro. Aku pernah hampir membeli rumah yang persis dibawah tiang listrik. Awalnya developer menyatakan aman. Tapi setelah aku cek kembali ke PLN (aku sempet ngintip ke library-nya saat itu) bahwa SEBETULNYA hal itu tidak diperbolehkan. Makanya banyak developer bandel yang terus membangun rumah tanpa melihat segi keamanannya. Boleh periksa website www.pln.co.id dan bisa tanya melalui forum disana. Semoga websitenya bisa dibuka (kadang selalu dalam perbaikan, jadi agak susah connect ke websitenya). (Do) Dulu aku juga ditawari rumah di bawah kabel listrik tegangan tinggi, dan karena aku pernah baca, medan listrik sekitar rumah tersebut tidak bagus untuk kesehatan (aku lupa baca di mana), aku dengan tegas menolak, dan transaksi batal. Waktu itu si penjual tidak bilang kalau rumahnya di bawah kabel, dia tawarin aku blok lain, pas aku mau transaksi, si penjual berdalih, yang punya rumah batalkan menjual lagi rumahnya, dan dia tawari rumah lain, dan ternyata di bawah kawat tegangan tinggi itu. Aku jadi curiga sebenarnya dia emang niatnya jual rumah itu, tapi karena takut aku langsung nolak, dia pura-pura mau jualnya blok yang lain. Aku sebel sekali waktu itu, mana aku lagi hamil tua, jauh-jauh dari Jakarta ke Depok (waktu itu rasanya Jakarta Depok jauh sekali, sekarang sudah biasa). Jadi seperinya rumah di bawah kabel Tegangan Tinggi tidak laku-laku sampai sekarang. (It) Dulu aku juga hampir beli rumah yang tepat di bawah lintasan kabel tegangan tinggi, akhirnya batal karena walaupun ada pendapat yang bilang kalau tegangan tinggi itu tidak membawa dampak buruk buat kesehatan, aku tetap ngeri soalnya jangka panjang, selain itu juga takut kerubuhan menaranya (misalnya kalau hujan angin) atau kalau kabelnya putus. (Ma)
Kalau kabel itu masih aktif, saranku lebih baik cari rumah lain saja. Kabel tegangan tinggi itu medan magnetnya besar sekali, bisa pengaruh ke perkembangan tubuh, otak khususnya. Sekitar 15 meter dari rumahku dulu juga dilewati kabel tegangan tinggi, suatu hari ada rumah di bawah kabel itu yang terbakar. Aduh horor sekali, kita melihat lidah api yang mulai membakar atap itu menjilat- jilat kabel listrik itu. Aku sudah siap-siap mau mengungsikan diri juga. Untung pemadam kebakaran cepat datang. Sejak saat itu, kabel yang disitu dimatikan lalu dipindah sekitar 10 meter ke samping. Masih tetap horor tapi mendingan. (Fe)
2003-08-18 10:46:10
|
ADSL Kamar Orang Tua Cabut Gigi Digicam + Handycam Krem Untuk Luka Bekas Gigitan Nyamuk Obat batuk untuk anak 2 tahun: Ryzen Kaos Kaki Panjang Liburan Menginap Di Ancol Pengganti Kulkas untuk ASI Daftar selengkapnya...
|