Jerawat - Artikel   
SHARING

Asuransi Rumah
Sumber: ibu ibu DI

Tanya
Bicara soal asuransi, ada yang tahu asuransi untuk rumah kita, jika kebakaran misalnya, bisa balik lagi tidak (seperti premi asuransi jiwa, kan ada yang bisa kembali lagi kalau tidak ada klaim)? Soalnya begini, selama masa kredit, rumah diasuransikan. Tapi kalau nanti kredit selesai, kemungkinan asuransi juga putus (aku belum cek lagi). Melihat cerita tetangga depan rumah, yang rumah kakaknya kebakaran gara-gara kompor gas, kan kita jadi ngeri juga. Ada yang punya info soal asuransi rumah ini? (Ri)

Jawab
Sependek pengetahuanku, asuransi itu dasarnya ada 2 jenis, asuransi kerugian dan asuransi jiwa. Kalau asuransi jiwa itu bisa kayak tabungan dan kita bisa nutup lebih dari satu asuransi jiwa, tapi kalau asuransi kerugian tidak bisa kayak tabungan dan tidak boleh kalau sampai mendapat keuntungan dari coverage asuransi itu, makanya kalau asuransi kerugian ada prinsip subrogasinya segala. Nah, asuransi kebakaran rumah itu termasuk asuransi kerugian, sehingga tidak bisa seperti tabungan, apalagi pakai bunga/ deviden. (On)

Maksudnya bagaimana tidak boleh dapat keuntungan dari coveragenya ? (Ri)

Antara lain artinya tidak bisa coveragenya lebih dari obyek pertanggungan, misalnya rumah harga 100 juta, maksimum coverage ya 100 juta tidak bisa lebih, kalau lebih dari 100 juta, ada apa-apa kita bisa untung dong, ini tidak bisa. (On)

Apakah tidak boleh kita mengasuransikan ke beberapa perusahaan yang berbeda misalnya ? (Ri)

Prinsipnya tidak boleh mendapatkan sesuatu dari kejadian tertentu, tapi kalau kita menutup asuransi di 2 perusahaan untuk 1 obyek yang sama, selama nilai coveragenya masih sama dengan atau kurang dari nilai obyek pertanggungan masih boleh, tapi kalau 1 obyek asuransi diasuransikan double sehingga nanti kalau ada apa-apa mendapat penggantiannya double (mis rumah 100 jt, asuransinya 200 jt, 100jt dari perush A, 100jt dari perush B), itu sudah tidak sesuai dengan
prinsip asuransi. Tapi, ini asuransi kerugian, beda dengan asuransi jiwa, kalau asuransi jiwa, kita boleh saja menutup asuransi berapa saja. (On)

Atau tidak boleh pertanggungannya lebih dari nilai rumah tersebut? Apa itu prinsip subrogasi ?(Ri)

Pertanggungannya seperti yang aku jelaskan diatas, tidak boleh lebih tinggi dari obyek pertanggungan, asuransi kan prinsipnya spread risk, dan bukan memperoleh gain dari suatu kejadian tertentu. Kalau prinsip subrogasi, misal mobil, lebih gampang, ketabrak pihak ke-3, penyok-penyok, nah sedangkan kita diganti asuransi, nanti kalau pihak ke-3 tersebut ganti rugi ke kita, otomatis itu menjadi haknya si asuransi, bukan kita, karena ada prinsip subgrogasi tersebut. (On)

Kita kan bisa asuransikan sendiri, tanpa rumah dalam kondisi masih proses leasing. Bisa lewat ACA, Wahana Tata, Garda Griya (produknya Astra) Allianz, dll. Yang penting waktu kita memberikan nilai pertanggungan rumah dan data isi rumah harus jelas dan rinci berikut nilai barang yang kita beli. (Ning)

Dari pihak Assuransi, kalau ada agen yang nakal, dia bakal terima saja. Misalnya nilai rumah kita adalah 100 juta, lalu kita asuransikan 150 juta. Dia bakal terima saja, karena dengan begitu komisi untuk dia akan besar. Tetapi kalau misalnya terjadi klaim, maka pihak asuransi akan menilai berapa harga rumah kita, dan kita
hanya akan dibayar sesuai dengan nilai pada waktu itu. CMIIW. Jadi lebih baik kalau misalnya mengasuransikan misalnya Rumah berapa rupiah, perabotan, elektronik. Semuanya dibunyikan, karena kalau misalnya kita taksir harga rumah dan isinya adalah 100 juta tanpa disebutkan/ dipisah-pisahkan, lalu sewaktu terjadi klaim, maka asuransi hanya akan menilai rumah tanpa isi. Malahan ada yang pihak asuransi yang langsung mencarikan pemborong untuk membangun rumah kita lagi. (Su)

Aku dan suami pakai Asuransi Bintang. Scopenya hanya harta benda saja, karena kita masih tinggal di rumah perusahaan. Asuransinya all risk untuk harta yang pecah/rusak, kebakaran dan kemalingan. Kalau tidak salah, banjir bisa juga. Aku tidak tahu detilnya bagaimana. Soalnya tugasku cuma melist barang-barang di rumah yang cukup berharga, misal perangkat elektronik. Aku catat nama, merek dan harga waktu barang itu dibeli. Sebenarnya tidak sebatas perangkat elektronik saja, gorden, karpet, sofa, perhiasan, stroller dan car seat anakku juga dimasukin. Bahkan HP yang sudah uzur pun dimasukin, jadi kalau dirusakin sama jagoan di rumah, bisa ditagih juga.:-) Pokoknya semua yang dibeli dengan uang sendiri, dimasukin ke dalam list tersebut. Untuk total harta benda 50 jt, kita dikenakan premi 200 rb-an per tahun (kalau tidak salah). Jadi kalau misalnya, asuransi untuk rumah+harta benda 250 jt, preminya sekitar 1 jt-an
per tahun. (Ad)

2004-03-22 19:54:30

Mamaku kerja di rumah....
Bersama d'BC Network, mamaku bisa mendapatkan uang walau setiap hari di rumah saja nemenin aku...
Klik di sini untuk info lengkapnya...



ADSL

Kamar Orang Tua

Cabut Gigi

Digicam + Handycam

Krem Untuk Luka Bekas Gigitan Nyamuk

Obat batuk untuk anak 2 tahun:

Ryzen

Kaos Kaki Panjang

Liburan Menginap Di Ancol

Pengganti Kulkas untuk ASI

Daftar selengkapnya...

Contact Us
 © 2014 dunia-ibu.org